"SWASEMBADA GAGAL? Proyek Cetak Sawah Batang Hari Dinilai Cuma Rawa Berbungkus Program"


Detikjambi.com,Batang Hari – Klaim sukses program cetak sawah rakyat (CSR) di Batang Hari runtuh di lapangan. Pantauan Rabu pagi menunjukkan hamparan lahan tergenang air dengan struktur tanah labil, jauh dari kata siap tanam. Kondisi justru menyerupai rawa yang belum diolah.

Di sejumlah titik terlihat tumpukan kayu dan sisa pembukaan lahan yang lebih identik dengan persiapan kebun, bukan sawah. Klaim proyek telah rampung dan masuk tahap pemeliharaan pun dipertanyakan.

Aktivis lingkungan Batang Hari, Usman Yusup, menegaskan kondisi itu tidak memenuhi standar teknis lahan pertanian. “Kalau melihat kondisi di lapangan, ini bukan gambaran lahan sawah siap tanam. Lebih menyerupai rawa yang belum siap diolah,” tegasnya.

Usman menyebut lokasi yang dipantau hanya satu dari beberapa titik, namun berada di ruang terbuka publik, yakni jalur Perumnas menuju Kelurahan Pasar Baru hingga Sridadi. “Kalau yang terlihat saja seperti ini, bagaimana dengan lokasi yang jauh dari pantauan warga?” ujarnya.

Program CSR merupakan bagian agenda perluasan areal tanam demi ketahanan pangan daerah. Namun temuan ini memicu sorotan soal transparansi anggaran, efektivitas pelaksanaan, dan lemahnya pengawasan. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberi penjelasan resmi. 

dilansir dari suarakalangan.com

Editing : supan sopian.

Belum ada Komentar untuk ""SWASEMBADA GAGAL? Proyek Cetak Sawah Batang Hari Dinilai Cuma Rawa Berbungkus Program""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel